Bukan hanya wanita, sekarang laki-laki pun melakukan piercing atau tindik tubuh. Dan tidak hanya telinga, alis, hidung, pusar, lidah dan bahkan alat kelamin pun mereka jadikan tempat tindik sebagai ekspresi budaya atau seni.
Kalau dilakukan oleh profesional terlatih, piercing atau tindik tubuh cukup aman. Masalah yang paling umum dan sering terjadi adalah infeksi. Agar tetap aman Anda harus mempertimbangkan beberapa poin sebelum melakukan tindik tubuh:
Tahu risiko infeksi
Jangan melakukan tindik tubuh apabila terdapat luka terbuka. Hindari tempat jasa tindik yang mempunyai penusuk kurang terlatih dan bekerja di lingkungan yang tidak bersih.

Tindik tubuh
Mengetahui hal medis
Pengidap penyakit diabetes atau kondisi lain yang melemahkan sistem kekebalan berisiko terinfeksi lebih tinggi.
Faktor gaya hidup
Penggunaan anting di hidung memang terlihat keren, pantaskah jika Anda memakainya di tempat kerja?
Ketahui efek buruk
Beberapa orang mungkin rentan terhadap jaringan parut atau tebal, dikedokteran disebut keloid. Apabila Anda punya bakat keloid, sebaiknya hindari melakukan tindik.
Pertimbangkan anatomi tubuh
Tidak semua permukaan kulit Anda dirancang baik untuk penindikan tubuh. Misalnya pusar dan lidah, walau banyak yang melakukan.
Pelajari riwayat kesehatan
Sebelum Anda memutuskan menindik tubuh, pelajari riwayat kesehatan Anda. Mulai dari alergi, penyakit jantung, diabetes dan asma. Untuk membatasi pendarahan setelah ditindik, dianjurkan menghindari mengkonsumsi aspirin selama seminggu.
Ikuti petunjuk perawatan
Cari tahu berapa lama luka tindikan biasanya memakan waktu untuk sembuh. Tahu kemungkinan efek samping dari tindik tubuh seperti nyeri atau bengkak.










